Bardhono (bukan nama sebenarnya) adalah seorang pemuda yang dalam waktu dekat akan menghabiskan masa lajang-nya dengan mengawini gadis sedesanya didaerah Kretek, mBantul …..
Sebagai pemuda yang masih kencur dalam hal “The Art of Sex” dan “How to Satisfy Your Wild Desire”, maka ia ingin dapat ilmu dari orang-2 yang dianggap layak ngandani paring pitutur ………
Bak Joko Tingkir, pergilah dia ke Imogiri, naik getek menyusuri kali Opakkerumah Pak-De-nya … Lurah Imogori.
Yo ngerti dewe, kalau Lurah mesti pengalaman dan memiliki jam terbang yang jauh lebih tinggi ….
Setelah acara basa-basi Jowo selesai, maka beginilah kira-2 advis Pak-De-nya.
“Wis to le … mumpung waktunya masih 2 bulan lagi, ada baiknya “barang”mu kamu gedein dulu … Carane di celup nganggo teh “Wayu” … (teh wayu adalah teh yang sudah sedikitnya semalam berada dalam teko/poci dan berkasiat untuk membesarkan “apa saja” yang direndam disitu).
Nggih sendiko Pak-De …, jawab pemuda Bardhono.
Bener …. selama 2 bulan menjelang perkawinan, pemuda Bardhono rajin nyelup teh “Wayu” …
Mbasan tibo titi wancine …. pas malam pertama …..Ndeso Kretek geger … Mantene wedog bengok-2 karo nangis …. padahal wis jam 2.00 bengi …
Pak De nya yang ikut nginep disitu, ikut kaget karo mesem-2 …wah anjuranku pasti siiip iki …
Critane manten wedok komplain … barange mas Bardhono keciliken jarene …sak bithing tok … karo mbrebes mili …
Pak De kaget luaaaar biasa … lho kok bisa kebalikannya …
Bertanggung jawab … advisnya kok bisa dadi cikal bakal keributan …
Usut punya usut … kesalahan bukan pada advis Pak De, tapi pemuda Bardhono sing keliru nyelup pakai … Slimming Tea nya, Mustika Ratu.
Seorang cewek lugu kira² 14 tahun diterima bekerja di Pabrik Sapu Ijuk.
Setelah kurang lebih bekerja selama 1 tahun, dia menghadap bosnya dan mengatakan akan berhenti bekerja dalam dua minggu mendatang.
Nah, Bos Pabrik Sapu tidak rela dia mengundurkan diri, karena dia ini pekerja yang rajin.
Akhirnya Bos-nya panggil dia ke ruangannya, bertanyalah Bos itu: “Apa alasan kamu mengundurkan diri?”
Jawab si cewek: “Tidak apa² Pak saya cuma mau berhenti saja.”
Kemudian Bos menawarkan kenaikan gaji, tapi si cewek menolak.
Si Bos penasaran dan bilang sama si cewek: “Kamu enggak mungkin berhenti begitu saja, pasti karena sesuatu, ayolah beritahu saya…”
“Baiklah Pak jika Bapak memaksa…” jawab si cewek, kemudian dia melepas celana dalamnya lalu menunjuk ke bulunya, katanya:”Lihat, sebelumnya saya tidak punya ini, ini tumbuh karena ijuk yang setiap hari saya buat sapu itu.”
Bos itu merasa lucu dengan keluguan anak itu dan kemudian melepas celana dalamnya juga dan menunjukkan bulu miliknya, dan berkata: “Nak.. ini alamiah, lihat, saya juga punya kok.”
Ternyata si cewek kaget bukan main, katanya: “Pak, saya harus berhenti sekarang juga, Bapak rupanya sudah terlalu lama bekerja disini, sehingga bukan hanya ijuknya yang tumbuh tapi gagang sapunyapun sudah mulai tumbuh di badan Bapak.”
Seorang sopir pribadi sebuah keluarga mempunyai kebiasaan unik. Dia sering bercinta dengan pacarnya yang pembantu di rumah tersebut di kolong mobil majikannya yang selalu diparkir di depan rumah.
Suatu malam, seperti biasa, dia sedang asyik indehoy dengan sang pembantu di kolong mobil. Baru 15 menit dia “kerja bakti”, ada orang yang menendang kakinya sambil berteriak,
“Parman, sedang apa kamu di situ?”
Si sopir yang bernama Parman sudah hafal betul itu suara majikan perempuannya. Dgn cuek Parman menyahut,
“Sedang betulin mobil Nya”
Sekali lagi Parman ditendang kakinya, “Apa ? Sedang apa kamu!”
“Ya ampun, Nya! Saya lagi betulin mobil!” jawab Parman tetap konsen dengan kegiatannya.
Tapi lagi-lagi Parman ditendang kakinya. Kali ini sedikit lebih keras. “Kamu bilang lagi ngapain kamu !?”
“Astaga, Nyonya! Saya lagi betulin mobil!!!” Parman nggak mau kalah.
Kata nyonya, “Betulin mobil yang mana ? Orang mobilnya udah dibawa ama bapak 5 menit yang lalu…..!”
